" Bila seorang hamba Allah meninggal, maka putuslah segala amalnya , kecuali tiga yaitu: shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak solih yang mendo'akannya'. Hadits ini merupakan hadits yang cukup populer bagi umat islam.
Sebagai manusia ketika masih hidup kita begitu mudahnya bisa menambah amal-amal ibadah yang kita sukai untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Namun ketika ruh sudah dicabut dari jasad kita , kita tidak bisa menambah amal apapun.
Ya ketika kita masih bisa tertawa lepas , saat kita sehat wal'afiyah kita dapat melakukan berbagai aktivitas kehidupan yang kita inginkan, dan kita seolah-olah hidup selamanya di dalam dunia tanpa batas waktu.
Namun ketika saat kematian datang kita sudah tidak bisa melakukan aktifitas apapun kita pada akhirnya hanya berharap pada tiga hal yaitu shodaqoh jariyah, yang menjadi pertanyaan sudah berapa banyakkah shodaqoh jariyah yang kita keluarkan? kita sering merasa ragu ketika dimintakan infaq dan shodaqoh, kita lebih sering menunda untuk bershodaqoh karena kita merasa kebutuhan dunia kita belum tercukupi, saudaraku marilah kita berjuang mulai saat ini untuk gemar bershodaqoh dan kita ubah cara pemikiran kita " Bismillaah saya memiliki rezeki saat ini dan saya segera bershodaqoh, tidak ada jaminan satu jam ke depan saya masih hidup dan masih bisa bershodaqoh...", jika kita mulai berfikir seperti ini tentu begitu ringan tangan kita akan berbagi kepada siapapun.
Ketika kita memiliki ilmu dan kita berfikir jariyah dengan ilmu untuk orang lain, tentu kita tidak menjadi seorang guru yang selalu berfikir segala aktivitas harus diuangkan , apapun kondisi ekonomi orang -orang yang belajar dengan kita , maka kita akan selalu senang dan semangat dalama memberikan ilmu apapun yang kita miliki bismillaah .
Terakhir ketika diberikan rezeki memiliki keturunan putra putri yang sholih maka orang tua akan menyiapkan mereka dengan baik untuk mengenal Allah swt, membiayai infaq pendidikan mereka dengan selalu optimis Allah akan melimpahkan rezeki berlimpah ketika membiayai pendidikan anak-anak dan kita tidak menjadi orang tua yang berfikir gratis untuk perjuangan anak -anak yang sholih, dan pastinya menjadikan pendidikan agama nomor satu bagi putra putri tercinta .
Semangat meraih cinta Allah .
Komentar
Posting Komentar