Ketika Allah memberikan kita berbagai kenikmatan tentu sebagai manusia kita akan berkata "Alangkah baiknya Allah .....", namun sebaliknya ketika ujian, musibah , ketidakenakan kita alami dalam berbagai kehidupan maka ada manusia yang mengatakan " Mengapa Allah memberikan saya seperti ini ?...apa salah saya?...".
Begitulah fitrah dasar manusia yang selalu hidup dalam kegalauan, keputusasaan , dan berbagai perasaan pesimis lainnya. Allah selalu memberikan yang terbaik dan terpantas untuk kita , namun kita seringkali akan mengatakan bahwa sesuatu yang tidak enak menimpa kita sebagai sesuatu yang tidak pantas diberikan kepada kita.
Dalam menjalani berbagai macam peristiwa kehidupan sudah selayaknya kita senantiasa untuk mencari hikmah dibalik semua peristiwa ataupun kejadian yang kita alami. Masya Allah ketika kita berada di area rumah sakit begitu banyak saudara -saudara kita yang mengalami dan menjalani sakit yang lebih berat dari kita , namun subhanallah mereka menjalaninya dengan penuh ketabahan, keikhlasan yang jelas terlihat dari senyum indah sambil menahan rasa sakitnya.
Ketika kita berjalan di pelosok kota kita bertemu dengan perkampungan yang sangat kumuh berbeda jauh dengan tempat tinggal kita , kita menemukan wajah -wajah tegar, tetap tersenyum walaupun baju mereka lusuh, makanan mereka jauh dari kata bergizi, tempat tinggal mereka sangat jauh dari kata layak, subhanallah mereka tetap bisa tersenyum, berlaku santun, menyambut penuh santun,
Alangkah indahnya jika kita hidup bisa berbagi, ketika seorang anak dan menantu memberikan makan kepada kedua orang tuanya sesungguhnya mereka sedang mengetuk pintu rezeki yang ada di langit , kelak setelah mereka berbagi kepada orang tuanya maka Allah segera membukan pintu rezeki dari berbagai arah yang tidak diduga, namun jika seorang anak menantu hanya makan minum dan berharap diberikan oleh orang tua pada hakikatnya mereka telah menutup pintu -pintu rezeki mereka sendiri.
Jika kita sebagai manusia hanya menjadi penerima tidak pernah berjuang menjadi pemberi sesungguhnya kita menutup pintu -pintu rezeki. Sesulit apapun hidup kita , sesusah apapun kondisi ekonomi kita , kita harus selalu berjuang menjadi orang yang senang berbagi.
Dengan berbagi maka sesungguhnya kita membukakan pintu-pintu rezeki kita semakin terbuka luas dan rezeki -rezeki akan mengalir deras tiada henti , karena kita senang berbagi dan sedang membuka pintu keran rezeki sederas mungkin.
Komentar
Posting Komentar