Langsung ke konten utama

NIKMATNYA BERBAGI

 Ketika Allah memberikan kita berbagai kenikmatan tentu sebagai manusia kita akan berkata  "Alangkah baiknya Allah .....", namun sebaliknya ketika ujian, musibah , ketidakenakan kita alami dalam berbagai kehidupan maka ada manusia yang mengatakan " Mengapa Allah memberikan saya seperti ini ?...apa salah saya?...".

Begitulah fitrah dasar manusia yang selalu hidup dalam kegalauan, keputusasaan , dan berbagai perasaan pesimis lainnya. Allah selalu memberikan yang terbaik dan terpantas untuk kita , namun kita seringkali akan mengatakan bahwa sesuatu yang tidak enak menimpa kita sebagai sesuatu yang tidak pantas diberikan kepada kita.

Dalam menjalani berbagai macam peristiwa kehidupan sudah selayaknya kita senantiasa untuk mencari hikmah dibalik semua peristiwa ataupun kejadian yang kita alami. Masya Allah ketika kita berada di area rumah sakit begitu banyak saudara -saudara kita yang mengalami dan menjalani sakit yang lebih berat dari kita , namun subhanallah mereka menjalaninya dengan penuh ketabahan, keikhlasan yang jelas terlihat dari senyum indah sambil menahan rasa sakitnya.

Ketika kita berjalan di pelosok kota kita bertemu dengan perkampungan yang sangat kumuh berbeda jauh dengan tempat tinggal kita , kita menemukan wajah -wajah tegar, tetap tersenyum walaupun baju mereka lusuh, makanan mereka jauh dari kata bergizi, tempat tinggal mereka sangat jauh dari kata layak, subhanallah mereka tetap bisa tersenyum, berlaku santun, menyambut penuh santun,

Alangkah indahnya jika kita hidup bisa berbagi, ketika seorang anak dan menantu memberikan makan kepada kedua orang tuanya sesungguhnya mereka sedang mengetuk pintu rezeki yang ada di langit , kelak setelah mereka berbagi kepada orang tuanya  maka Allah segera membukan pintu rezeki dari berbagai arah yang tidak diduga, namun jika seorang anak menantu hanya makan minum dan berharap diberikan oleh orang tua pada hakikatnya mereka telah menutup pintu -pintu rezeki mereka sendiri.

Jika kita sebagai manusia hanya menjadi penerima tidak pernah berjuang menjadi pemberi sesungguhnya kita menutup pintu -pintu rezeki. Sesulit apapun hidup kita , sesusah apapun kondisi ekonomi kita , kita harus selalu berjuang menjadi orang yang senang berbagi.

Dengan berbagi maka sesungguhnya kita membukakan pintu-pintu rezeki kita semakin terbuka luas dan rezeki -rezeki akan mengalir deras tiada henti , karena kita senang berbagi dan sedang membuka pintu keran rezeki sederas mungkin.

     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Jalan Pejuang Pendidikan

Saat kabar duka itu datang tak terasa rasa keharuan menyeruak mengisi relung hati yang terdalam. Ya rasa tidak percaya muncul , berita ini benar atau tidak , kabar itu saya baca saat tengah malam. Innaalillahi wa innaa ilaihi roojiuun Bunda Hj. Aminah pejuang pendidikan yang tidak pernah mengenal kata lelah, letih ternyata sudah tiada. Masih teringat saat -saat saya bertemu dengan beliau wajahnya terpancar keagungan, wibawa dan senyum selalu terlihat menghiasi wajah beliau, perjuangan beliau dalam dunia pendidikan begitu besar. Saat beliau menceritakan perjuangan mendirikan RA Al Nur masya Allah begitu berat dan banyak sekali onak dan durinya tapi beliau bersama almarhum suami tercinta tetap maju berjuang demi kecintaan beliau terhadap dunia pendidikan. Semoga putra putri beliau beserta seluruh guru dapat melanjutkan perjuangan beliau yang begitu agung dalam menanamkan kecintaan terhadap Alquran dan menciptakan generasi Quran yang gemilang semoga perjuangan beliau senantiasa menjadi co...

SELAMATKAN ANAK-ANAKMU DENGAN CINTA

Ketika seseorang memiliki anak terasa dunia ini dalam genggaman yang indah , begitu banyak ucapan kata selamat berbahagia yang datang menghampiri, perlahan tapi pasti setiap ayah ibu memiliki pengalaman yang berwarna warni dalam membesarkan, mengarahkan, membimbing, mengasuh setiap putra putri yang dimilikinya. Kata lelah, letih, tertawa, sedih, menangis, gembira dan berbagai perasaan haru biru senantiasa mewarnai ruang hati setiap ayah dan ibu. Tugas mulia menjadi orang tua merupakan fitrah yang diberikan olah sang khaliq Allah swt. Betapa kita memiliki tanggung jawab yang besar bagi amanah Allah yaitu menyelamatkan putra putri tercinta baik jasmani, rohani , hati mereka yang fitrah agar terjaga sampai tiba saatnya amanah dikembalikan. Ayo bersama kita bergandeng tangan untuk menjaga jasmani mereka jangan sampai mereka mengalami gangguan penglihatan, pendengaran, kesehatan karena kita sebagai orang tua abai menjaga makanan, minuman yang sehat bagi mereka, dan kita begitu mudahnya memb...

HATI SEPUTIH MELATI

Allah memberikan kepada manusia hati seputih melati. Namun dalam kehidupan seringkali kita merasa kesulitan untuk menjaga hati kita . Rasa kecewa , sakit hati , sedih , marah, dan berbagai aneka rasa seringkali hadir dalam setiap peristiwa kehidupan. Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan kita tidak bisa terus menerus sendiri dalam menata kebersihan hati butuh teman, sahabat yang bisa menenangkan dan mengarahkan kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bisa membersihkan hati kita dari debu-debu yang senantiasa menghampiri kita dan menjadikan hati kita semakin berdebu. Butuh semangat dan niat yang kuat untuk membersihkan hati kita , butuh teman, butuh bantuan , butuh kekuatan doa mohon kepada Allah agar kita bisa memiliki hati seputih melati aamiin.