Jam menunjukan pukul 20.59 menit ketika kabar duka itu datang , innaalillahi wa innaa ilaihi rooji'uun , perempuan -perempuan hebat dipanggil oleh Allah swt melalui kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
Saya menangis betapa malam sudah tiba ternyata diluar sana masih banyak perempuan -perempuan yang berjuang untuk kehidupan . Sebagai seorang pensiunan bada 'isya saya sudah tidak kuat menahan rasa kantuk yang datang, masya Allah di luar sana begitu banyak perempuan -perempuan yang masih harus berjuang demi keluarga dengan berbagai profesi yang mereka jalani.
Alangkah naifnya saya seringkali kurang mensyukuri nikmat kehidupan yang begitu indah sudah Allah berikan , pekerjaan yang saya jalani, kehidupan yang saya nikmati, pengalaman di stasiun malam hari memang saya pernah alami , saat pulang bekerja mengajar privat ashar di stasiun saat itu sampai rumah bisa jam 9 malam , ya karena perjalanan KRL yang masih satu jalur dan rangkaian kereta yang tidak seimbang dengan jumlah penumpang yang menggunakan.
Selamat jalan perempuan -perempuan hebat semoga malam itu menjadi jalan indah menuju pertemuan dengan Allah swt , semoga Allah menjadikan rasa lelahmu malam itu menjadi lillaah betapa engkau semua pejuang hebat bagi semua keluarga -keluarga yang mencintai kalian karena Engkau wanita -wanita emas yang telah berjuang tanpa kenal lelah sampai ajal menjemputmu.
Ya robb ampuni khilaf dan salah semua perempuan yang meninggal dunia, sayangi mereka kasihi mereka , ridhoi mereka , jadikan kubur mereka taman syurgaMU yang terindah, jadikan kebaikan , perjuangan mereka seperti air terjun yang senantiasa mengalir indah memenuhi ruang-ruang kehidupan keluarga yang ditinggalkan , selamat istirahat menikmati indahnya kasih sayang Allah SWT.
(Jakarta , 27 April 2026 jam 09.00)
Komentar
Posting Komentar